<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797</id><updated>2012-02-16T17:14:19.213+07:00</updated><category term='Investasi'/><category term='Properti'/><category term='Hutang'/><category term='Reksadana'/><category term='Emas'/><category term='Saham'/><title type='text'>Belajar Investasi Bareng Iphin Cow</title><subtitle type='html'>Belajar investasi emas batangan, invesstasi online, investasi saham, dan investasi yang menguntungkan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-746351320791194146</id><published>2012-01-28T07:59:00.000+07:00</published><updated>2012-01-28T07:59:23.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hutang'/><title type='text'>6 Tips Hidup Bebas Utang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GA6xMG0QiuE/TyNIG_lxeVI/AAAAAAAABIw/PHesaXuARSo/s1600/Utang.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="185" src="http://2.bp.blogspot.com/-GA6xMG0QiuE/TyNIG_lxeVI/AAAAAAAABIw/PHesaXuARSo/s200/Utang.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Berhemat dalam menjalankan hidup sepertinya sangat sulit dalam dilakukan. Sayangnya, hanya itu obat yang perlu disuntikkan jika kondisi finansial anda tidak sehat karena &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/search/label/Hutang" target="_blank"&gt;terlalu banyak dalam berutang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua macam orang yang punya utang. Pertama, mereka yang sudah terbiasa bergantung pada utang di kehidupan sehari-harinya. Kedua, mereka yang mengutang untuk membeli rumah, bisnis, atau alasan lain tapi akhirnya tak mampu membayar akibat kesulitan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang sama dari keduanya adalah, mereka sama-sama ingin bisa keluar dari jeratan utangnya sesegera mungkin. Pasalnya, utang itu seperti elang yang sedang terbang rendah mencari mangsa, anda tidak akan pernah tahu kapan elang itu menerkam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penyair terkenal asal Amerika Serikat (AS) Ogden Nash, "Utang itu menarik ketika pertama kali didapat, tapi menjadi menyebalkan saat ingin menyingkirkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak bisa menyingkirkan tagihan-tagihan utang begitu saja, caranya harus dimulai dengan mengubah gaya hidup anda dan menganggap bahwa setiap satu rupiah itu berharga sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski mengubah gaya hidup tidak semudah kelihatannya, tapi hal ini harus dilakukan, dipaksakan kalau bisa, demi menyelamatkan hidup anda secara perlahan-lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Pisahkan antara 'kebutuhan' dan 'keinginan'&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda harus mampu memisahkan antara kebutuhan dan keigninan. Pasti anda punya banyak barang-barang di rumah yang dibeli hanya karena ingin, karena sebetulnya tidak benar-benar butuh. Sebelum membeli sesuatu, pelajari dengan seksama produk tersebut. Jika anda pikir kebutuhannya mendesak, barulah anda keluarkan rupiah. Jika ternyata hanya ingin beli, anda bisa menunggu sampai terbebas dari utang terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Ubah kebiasaan belanja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Manusia mudah tergoda untuk membeli sesuatu. Kebiasaan buruk ini biasanya lebih banyak diderita oleh wanita, karena wanita lebih sering berbelanja barang yang tidak sesuai dengan rencana awal. Anda bisa menghindari kejadian seperti ini dengan mencatat barang yang anda butuhkan dan jangan tergoda untuk keluar melanggar catatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3. Berhati-hati dalam belanja bulanan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Semakin minim waktu yang anda habiskan di supermarket semakin baik, karena barang belanjaan pun semakin minim. Jangan pernah membawa anak kecil saat belanja bulanan, karena selain anak kecil suka minta barang yang aneh-aneh, waktu yang anda habiskan di supermarket juga jadi lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil barang-barang yang anda butuhkan dengan cepat, tapi jangan lupa cek masa kadaluarsanya sekali lagi. Dengan sering berbelanja di tempat yang sama biasanya ada bagusnya, karena anda bisa mendapatkan potongan harga atau bonus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Selalu bayar tagihan tepat waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selalu bayar semua tagihan, termasuk utang tepat waktu. Karena selain menunda-nunda itu tidak baik, anda juga akan terkena tambahan bunga jika telat membayar. Jika memungkinkan, minta bank anda secara otomatis membayar tagihan melalui rekening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhematlah dalam pemakaian energi, seperti listrik, BBM dan gas supaya tagihannya tidak terlalu besar. Ketika ingin menarik uang dari ATM, cari mesin yang tidak memotong biaya transaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Hentikan kebiasaan bayar minimal batas utang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan bank mematok pembayaran utang minimum per bulan berkisar antara 2-5% dari total. Jangan termakan umpan yang diberikan bank tersebut, karena dengan cara itu anda akan terjebak membayar utang dalam jangka waktu yang cukup panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama anda berutang kepada bank, semakin banyak uang yang harus anda keluarkan. Jangan biarkan kebiasaan ini menguasai anda. Bayarlah utang semampu mungkin tanpa harus membebani pengeluaran bulanan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Potong anggaran hiburan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jangan sering nongkrong dengan teman yang kerjaannya hanya berhura-hura setiap malam. Anda harus ingat, bersenang-senang itu tidak gratis. Hindari membeli sarapan dan kopi di kantin untuk sarapan jika memang anda bisa menyiapkannya di rumah sebelum berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, jika anda penggemar film, anda bisa menontonnya di hari-hari kerja saat malam hari, yang biasanya lebih murah ketimbang di akhir pekan. Hidup bebas dari utang itu hanya masalah mengubah gaya hidup. Semakin cepat anda mengikuti beberapa tips di atas, semakin cepat anda bisa terbebas dari utang. (detikFinance)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-746351320791194146?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/746351320791194146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/6-tips-hidup-bebas-utang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/746351320791194146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/746351320791194146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/6-tips-hidup-bebas-utang.html' title='6 Tips Hidup Bebas Utang'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-GA6xMG0QiuE/TyNIG_lxeVI/AAAAAAAABIw/PHesaXuARSo/s72-c/Utang.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-6920747186250273788</id><published>2012-01-25T08:29:00.000+07:00</published><updated>2012-01-25T08:29:32.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Emas'/><title type='text'>Jangan Investasi Emas!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-v_q6Lw30npU/Tx9ZbZ3byBI/AAAAAAAABIg/VfllLocRBQc/s1600/Investasi+Emas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-v_q6Lw30npU/Tx9ZbZ3byBI/AAAAAAAABIg/VfllLocRBQc/s200/Investasi+Emas.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jangan investasi emas! Tahukah Anda, bahwa sebagaimana halnya &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/2012/01/10-mitos-keliru-investasi-properti.html" target="_blank"&gt;investasi properti&lt;/a&gt; yang mensyaratkan lokasi yang strategis, keabsahan surat dan legalitas kepemilikan, juga aneka kondisi ideal yang dituntut berbagai jenis investasi lainnya, &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/2012/01/8-alasan-berinvestasi-emas.html" target="_blank"&gt;investasi emas&lt;/a&gt; juga punya rambu-rambunya. Antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1) Jangan Lihat Hasil Akhir Saja.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada aspek resiko, aksesibilitas, kemampuan lindung aset &amp;amp; likuiditas yang harus Anda pertimbangkan. Ini juga berlaku untuk semua jenis investasi. Jika Anda bertemu dengan tawaran 2 jenis investasi, bandingkan ke-5 aspek tadi. Pertimbangkan dan perhitungkan matang-matang. Misalnya Anda berinvestasi di properti pasif atau emas atau malah saham? Seandainya bertemu kesempatan bisnis riil atau emas, mana yang Anda pilih? Jawabannya tentu pilih bisnis. Seluruh investasi yang asetnya riil, akan memberi perlindungan nilai asset. Demikian juga tingkat return, bisnis yang berkah akan memberikan keuntungan berlipat di atas emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2) Jangan Asal Investasi, Tentukan Tujuannya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 tujuan berinvestasi emas, yaitu untuk tabungan atau hedging atau dana darurat, atau untuk rencana jangka panjang. Bisa juga untuk mendapatkan cash. Masing-masing tujuan investasi emas punya konsekuensi. Sesuaikan dengan kemampuan Anda. &lt;i&gt;Take it easy&lt;/i&gt;, pemula biasanya lebih baik untuk tabungan. Yang sedikit perlu ekstra perencanaan di awal adalah untuk kebutuhan jangka panjang. Ada baiknya menghitung di awal kebutuhannya. Dengan cara ini menabung emas akan jadi terarah. Tentukan juga target dan batas waktu yang ingin Anda capai. Beli-gadai bertingkat termasuk yang &lt;i&gt;high-risk&lt;/i&gt;. Tujuannya untuk mendapatkan cash di waktu tertentu, bukan untuk mendapatkan emas. Bisa untung, namun bisa juga buntung. Pahami konsekuensinya dengan benar. Cara mendapatkan uang cash dari emas sebenarnya adalah dengan memperjual-belikannya atau menjadikannya modal usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3) Jangan Kehilangan Fisiknya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kadang Anda disuruh menyerahkan uang, lalu Anda hanya pegang kuitansi atau sertifikat. Ini tidak benar. Kecuali memang Anda berniat dari awal untuk menitipkan (di servis penitipan). Harus ada perjanjian tertulis untuk itu. Ini sering diingatkan karena salah satu kesaktian emas adalah likuiditasnya. Fungsi likuiditas mustahil berfungsi kalau Anda tidak pegang fisik emasnya. Emas juga adalah pasangan ideal untuk bisnis. Emas&amp;nbsp; bisa menaikkan nilai bisnis sekaligus likuid jika perlu dana segar yaitu dengan cara digadai atau dijual. Karena itu pastikan fisik emasnya dipegang atau menjadi sepenuhnya milik Anda meski dalam posisi tertitipkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4) Jangan Spekulasi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Spekulasi ini bermakna banyak. Bisa skema beli-gadai bertingkat tadi, atau diputar di derivatif berkedok emas. Terlalu beresiko untuk pemula. Meski rata-rata tetap diatas kenaikan 20% per tahun, sebagaimana harga komoditas lain, juga sebagaimana return di berbagai jenis investasi, harga emas naik-turun. Bisa naik hingga 27% per tahun, atau 22% di tahun lalu (2011). Demikian performa emas per tahun. Dalam hitungan bulan, atau bahkan mingguan, gerakan harga emas bisa lebih tajam. Itu sebabnya berbagai metode yang menjanjikan kenaikan nilai emas sekitar 30% fixed per tahun untuk tujuan beli-gadai bertingkat bisa merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5) Jangan Lihat Grafik Jangka Pendek.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik jangka panjang jika telah memutuskan berinvestasi di emas. Misalnya untuk proteksi asset dan rencana jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6) Jangan Membabi Buta.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saking semangatnya, kadang ada yang merasa harus menghijrahkan dananya ke emas. Padahal jikalau dana Anda sebentar lagi akan digunakan (dibawah 1 tahun), jangan memaksakan diri untuk membeli emas. Siapkan dana cash saja. Konversikan HANYA uang cash Anda yang tidak akan digunakan dalam waktu satu tahun ke depan dalam bentuk emas.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7) Jangan Investasi Emas di Bentuk Yang Tak Lazim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seperti granule atau emas lokal bongkahan. Kurang likuid jika perlu dana karena marketnya sempit. Koin emas (dinar) dan batangan masih jadi pilihan yang likuid secara nasional bahkan di dunia. Emas lokal boleh digunakan asalkan&amp;nbsp; memiliki bentuk yang standar atau berasal dari pabrikan. Emas berbentuk bongkah atau granule lebih cocok untuk jual-beli dari atau ke industri atau pengrajin. Investor individual tak sesuai berinvestasi di emas jenis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8) Jangan Perhiasan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;jika untuk tujuan investasi jangan membeli perhiasan. Perhiasan untuk fashion saja. Ongkos yang harus kita bayar ketika beli besar, sama besarnya ketika kita menjualnya saat memerlukan dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9) Jangan Menimbun.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hal ini masih jadi bahan perdebatan dan agak panjang uraiannya. Memang sebaik-baiknya harta adalah yang berputar. Menimbun itu relatif. Tidak adil jika disebut menabung Rp 200 juta (dalam bentuk tabungan atau deposito) tidak disebut menimbun, sementara menyimpan 100 gram emas dituduh menimbun. Padahal masing-masing punya konsekuensinya. Zakat harus dikeluarkan kalau harta tersimpan. Manfaat ekonomi-sosial akan diperoleh jika harta Anda berputar. Tunaikan saja setiap konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10) Jangan Ragu-Ragu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesadaran bahwa emas naik dalam jangka panjang, dana menganggur minimal setahun jika Anda konversikan ke emas akan baik hasilnya. Konversi ini bisa berasal dari tabungan atau deposito yang hasilnya kurang menjanjikan. [Endy J. Kurniawan]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-6920747186250273788?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/6920747186250273788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/jangan-investasi-emas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/6920747186250273788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/6920747186250273788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/jangan-investasi-emas.html' title='Jangan Investasi Emas!'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-v_q6Lw30npU/Tx9ZbZ3byBI/AAAAAAAABIg/VfllLocRBQc/s72-c/Investasi+Emas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-7312262500121410122</id><published>2012-01-18T07:14:00.000+07:00</published><updated>2012-01-18T07:14:59.493+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><title type='text'>Meracik Investasi yang Aman</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_dhcPsUS9Ss/TxYL5GwAZHI/AAAAAAAABIM/U2ydwJ3S-Ek/s1600/Meracik+investasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-_dhcPsUS9Ss/TxYL5GwAZHI/AAAAAAAABIM/U2ydwJ3S-Ek/s200/Meracik+investasi.jpg" width="196" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Naik-turunnya nilai investasi di sepanjang 2011 tentu saja memancing kegelisahan bagi banyak investor yang baru saja mulai terjun ke pasar modal dan juga &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/2012/01/8-alasan-berinvestasi-emas.html" target="_blank"&gt;logam mulia&lt;/a&gt;. Sehingga, satu pertanyaan yang pasti muncul setiap saya berkesempatan berbicara di seminar adalah, “Mbak, &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/2012/01/modal-investasi-murah-imbal-hasilnya.html" target="_blank"&gt;investasi apa yang paling aman&lt;/a&gt; untuk saya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang risiko, seaman-amannya produk investasi, saya yakinkan, pasti ada risiko yang terkandung di dalamnya. Untuk semua &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/" target="_blank"&gt;pilihan investasi&lt;/a&gt;, Anda pasti akan berhadapan dengan tiga jenis risiko: kehilangan modal, kesulitan mengubah menjadi dana tunai, dan kehilangan daya beli akibat inflasi. Di antara ketiga risiko ini, saya yakin sebagian besar dari investor pemula pasti akan menempatkan risiko kehilangan modal sebagai risiko yang paling tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tak mungkin bisa menghindari ketiga risiko tersebut. Tapi, Anda harus bisa menghindari risiko yang menjadi ancaman utama untuk keperluan penggunaan dana itu, yang akhirnya menjadi investasi “teraman” untuk situasi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saya, meracik investasi yang aman harus disesuaikan dengan tujuan finansial kita. Istilah &lt;i&gt;high risk, high return&lt;/i&gt; harus kita ubah menjadi &lt;i&gt;highest possible return with calculated risk&lt;/i&gt;. Kita wajib mencari produk investasi yang bisa menghasilkan potensi imbal hasil tertinggi untuk semua tujuan finansial kita. Bingung? Ini dia caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, untuk tujuan finansial di bawah setahun. Dana Liburan untuk persiapan mudik lebaran 2012 atau uang pangkal masuk SD untuk tahun ajaran 2012-2013 adalah contoh-contoh tujuan finansial kategori pertama. Untuk ini, Anda tidak bisa menolerir risiko terjadinya kehilangan modal karena datangnya kebutuhan adalah pasti dalam jangka pendek. Oleh sebab itu, pilihan investasi Anda adalah tabungan, deposito, dan reksadana pasar uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda perlu tahu, meski tabungan dan deposito bisa dikatakan produk yang dapat menjamin modal investasi dan juga hasilnya, di Indonesia risiko kehilangan modal tetap ada jika bank tempat Anda menyimpan dana ditutup. Lembaga Penjaminan Simpanan hanya akan mengganti dana Anda jika simpanan Anda tercatat di bank dengan nilai tak lebih Rp 2 miliar per bank, tingkat suku bunganya sesuai dengan ketentuan LPS, dan Anda tidak punya catatan kredit macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika Anda masuk ke daftar hitam Bank Indonesia akibat kredit macet atau deposito Anda memberikan tingkat suku bunga yang lebih tinggi, jangan merasa aman dulu. Bisa jadi, tabungan dan deposito Anda ternyata masih masuk kategori risiko kehilangan modal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sesuai dengan tujuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kedua, untuk tujuan dana darurat. Dana darurat yang hanya digunakan untuk keperluan tak terduga, seperti biaya rumah sakit, biaya mengganti kerusakan kulkas, masuk ke kategori ini. Risiko tidak bisa mencairkan investasi menjadi dana tunai sangat menakutkan. Tabungan merupakan tempat terbaik untuk menyimpan dana darurat. Pilihan berikutnya adalah reksadana pasar uang karena dapat dicairkan kapan saja tanpa penalty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan halnya deposito berjangka, mencairkan sebelum jangka waktu berarti Anda akan membayar penalti, kecuali Anda berinvestasi di deposito iB Syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, untuk tujuan finansial di atas setahun. Dana pendidikan kuliah untuk anak usia 7 tahun, dana pensiun untuk Anda yang berusia 30-an, atau dana membeli rumah kedua, termasuk kedalam kategori ini. Untuk Anda yang masih menggunakan tabungan atau deposito untuk keperluan ini, Anda harus bangun dari mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tabungan Anda hanya memberikan hasil 2% setahun, sementara tingkat inflasi mencapai 6% setahun, maka dengan mendiamkan saja uang tersebut, Anda sebetulnya kehilangan 4% dari uang tadi. Jadi, meski modal investasi Anda mungkin aman, Anda kehilangan daya beli lebih dari setengahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh nyata yang banyak dihadapi oleh mereka yang saat ini punya anak remaja adalah kekurangan modal untuk dana masuk kuliah. Sepuluh tahun yang lalu, instrumen yang sangat popular untuk mempersiapkan dana pendidikan adalah asuransi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski produk ini pasti punya manfaat, sayangnya hasil investasi hanya sebesar bunga tabungan biasa. Faktanya, rata-rata kenaikan biaya pendidikan bisa mencapai 15% setahun di kota-kota besar. Alhasil, orang tua sudah bersusah payah berhemat, tetap saja uangnya tak cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari kombinasi yang seimbang bagi tujuan finansial Anda adalah seni dalam membuat portofolio investasi yang “aman” untuk Anda. Apapun situasi kehidupan Anda, saya menyarankan Anda menyimpan dana di produk yang risiko kehilangan modal dan risiko likuiditasnya rendah, minimal sejumlah 3 bulan pengeluaran rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin berisiko pekerjaan Anda, karena situasi bisnis yang kurang baik atau pilihan bekerja sebagai freelancer, maka perbesarlah jumlah dana yang ditempatkan di produk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan pengalaman berinvestasi, Anda akan memahami kinerja berbagai aset investasi dan risiko yang dapat terjadi. Terpenting, Anda tetap merasa aman dan nyaman dalam berinvestasi untuk mencapai kehidupan yang sejahtera. &lt;i&gt;Live a beautiful life&lt;/i&gt;! [Kontan]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-7312262500121410122?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/7312262500121410122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/meracik-investasi-yang-aman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/7312262500121410122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/7312262500121410122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/meracik-investasi-yang-aman.html' title='Meracik Investasi yang Aman'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_dhcPsUS9Ss/TxYL5GwAZHI/AAAAAAAABIM/U2ydwJ3S-Ek/s72-c/Meracik+investasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-7070373477202864566</id><published>2012-01-14T07:44:00.000+07:00</published><updated>2012-01-14T07:44:56.839+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><title type='text'>5 Kesalahan Umum Investor Pemula</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Z9HgGtv3G3A/TxDPEar28KI/AAAAAAAABIA/WGLYkWFSsCg/s1600/Investor+Pemula.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-Z9HgGtv3G3A/TxDPEar28KI/AAAAAAAABIA/WGLYkWFSsCg/s200/Investor+Pemula.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mempelajari sesuatu hal akan lebih mudah jika anda masih muda. Adanya kesalahan-kesalahan kecil dalam pembelajaran adalah hal yang wajar. Tapi, jika kesalahan ini berhubungan dengan uang, maka konsekuensinya akan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor pemula yang biasanya masih muda tak hanya lebih mudah membuat kesalahan, tetapi juga mudah bangkit kembali dan mengambil hikmah dari kesalahannya di masa lalu. Akan tetapi, anda bisa jauh lebih sukses jika belajar dari kesalahan orang lain sambil menghindari kesalahan tersebut terjadi pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Menunda-nunda rencana berinvestasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menunda-nunda sesuatu bukanlah hal yang baik, terutama dalam hal &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/" target="_blank"&gt;berinvestasi&lt;/a&gt; karena situasi pasar sangat cepat berubah. Waktu yang sangat tepat untuk mulai berinvestasi sangatlah sulit ditentukan. Setelah banyak melakukan riset, biasanya ide dan waktu untuk mulai berinvestasi suka muncul begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus lebih siap untuk bertindak sebelum situasi pasar berbalik, sehingga anda tidak perlu tergantung pada situasi pasar. Biasanya, karena minim pengalaman, investor muda kadang tidak percaya diri dengan keputusannya dalam berinvestasi. Semakin lama menunda investasi, biasanya dua hal ini terjadi pada investor muda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusannya yang telat berujung pada harga yang lebih tinggi dari rata-rata. Contohnya pada investasi saham, saat harganya murah, investor muda biasanya ragu-ragu untuk membeli. Akan tetapi setelah harganya naik karena banyak orang membeli, si investor muda malah ikut-ikutan membeli. Padahal, dia akan lebih untung jika menjadi orang pertama yang membeli saham tersebut.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Investor akan mencari pengganti investasinya yang terlanjut dibeli. Melihat contoh yang sebelumnya, setelah investor muda membeli saham di harga yang mahal. Dia akan langsung mencari saham lain yang dikiranya bisa naik seperti saham sebelumnya tanpa melakukan riset terlebih dahulu. Investor menjadi ketakutan ia akan 'ketinggalan kereta' seperti sebelumnya. Padahal, belum tentu saham tersebut kinerjanya akan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;2. Berspekulasi daripada berinvestasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang muda punya banyak kesempatan berinvestasi dalam hidupnya. Usianya yang masih dini biasanya berpengaruh pada risiko yang bisa dia ambil. Jadi, investor muda lebih sering mengambil investasi berisiko tinggi tapi dengan imbal hasil yang tinggi pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa begini, karena jika investor muda kehilangan banyak uang, ia masih punya banyak waktu untuk memulai kembali investasi dari awal. Jadi, jangan habiskan waktu muda hanya untuk berspekulasi, tapi segeralah berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spekulasi biasanya dilakukan investor muda karena minim informasi atau tidak mengerti benar mengenai instrumen investasinya. Yang memisahkan antara berspekulasi dan berjudi hanyalah garis tipis, karena keduanya dilakukan tanpa mengetahui hasil yang pasti. Ini berbahaya, karena banyak investor senior yang bisa memanfaatkan kebodohan para investor muda seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada harus berspekulasi atau berjudi, investor muda sebaiknya melakukan banyak riset, atau mencari perusahaan berisiko tinggi tapi dengan potensi pendapatan yang jauh lebih tinggi untuk jangka panjang. Manfaatkan masa muda untuk mengambil risiko, karena hasilnya akan sepadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi negatif dari berspekulasi juga bisa membuat trauma pada investor muda yang secara langsung akan mempengaruhi pengambilan keputusannya untuk jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Terlalu banyak menghamburkan uang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berinvestasi dalam jumlah banyak bisa menjadi pisau bermata dua. Saat yang tepat untuk berinvetasi dalam jumlah cukup banyak adalah masa muda. Seperti disinggung tadi, jika investor muda menderita kerugian, ia punya banyak waktu untuk bangkit dan mulai berinvestasi kembali. Akan tetapi, mirip dengan berspekulasi, terlalu banyak menghabiskan uang tanpa informasi bisa menghancurkan portofolio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Tidak banyak bertanya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/2012/01/prospek-investasi-pasar-saham-indonesia.html" target="_blank"&gt;Jika pasar saham sedang turun&lt;/a&gt;, investor muda biasa optimistis akan segera membaik dalam waktu dekat, tapi yang terjadi biasanya sebaliknya. Salah satu faktor penting dalam mengambil keputusan di situasi seperti ini adalah bertanya 'mengapa' atau 'kenapa', jangan cuma diam saja. Investor muda harus bisa mempertahankan dan mempertanggungjawabkan portofolionya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan malu atau gengsi meminta masukan dari investor senior karena mereka tahu lebih banyak mengenai apa yang terjadi di pasar. Jangan sampai investor muda mengambil keputusan yang buruk di tengah situasi pasar yang tak pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Tidak berinvestasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seperti disebutkan sebelumnya, investor punya kelebihan untuk melihat imbal hasil tinggi di tengah tingginya risiko secara jangka panjang. Semakin muda, semakin jangka panjang kesempatan yang dimiliki, sehingga risiko yang tinggi bisa dilewati saat masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasan buruk anak muda juga biasanya kurang berpengalaman memegang uang. Mereka pikir uang tersebut harus dihabiskan saat itu juga, tanpa melihat jangka panjang. Menghambur-hamburkan uang tanpa memikirkan tabungan atau simpanan hari tua bisa merugikan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Investor muda harus memanfaatkan masa mudanya untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya sambil mengambil risiko. Banyak belajar mengenai &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/search/label/Investasi" target="_blank"&gt;instrumen investasi&lt;/a&gt; sejak dini bisa banyak menolong anda dalam merancang portofolio yang solid. Memang ada banyak risiko menanti mereka yang masih hijau. Tapi, setidaknya risiko dan kesalahan-kesalahan tersebut bisa membantu investor muda mengukir pengalaman yang berharga. (detikFinance)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-7070373477202864566?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/7070373477202864566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/5-kesalahan-umum-investor-pemula.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/7070373477202864566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/7070373477202864566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/5-kesalahan-umum-investor-pemula.html' title='5 Kesalahan Umum Investor Pemula'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Z9HgGtv3G3A/TxDPEar28KI/AAAAAAAABIA/WGLYkWFSsCg/s72-c/Investor+Pemula.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-1831895834508378587</id><published>2012-01-12T14:43:00.000+07:00</published><updated>2012-01-12T14:43:07.361+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Emas'/><title type='text'>8 Alasan Berinvestasi Emas</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-SX82HMKekuw/Tw6OOepwFZI/AAAAAAAABH4/b47KViQmby4/s1600/Berinvestasi+Emas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="151" src="http://3.bp.blogspot.com/-SX82HMKekuw/Tw6OOepwFZI/AAAAAAAABH4/b47KViQmby4/s200/Berinvestasi+Emas.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="yui_3_2_0_1_1326352018172101"&gt;&lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/2011/12/tips-investasi-emas-bagi-pemula.html" target="_blank"&gt;Emas&lt;/a&gt; kini makin disuka sebagai  salah satu objek investasi. Sebagian menyebut emas sebagai pelindung  aset, bahkan di komunitas tertentu emas dalam bentuk koin menjadi alat  transaksi. Berinvestasi emas yang dulu menjadi cara paling tradisional  generasi orang tua kita, sekarang menjelma menjadi &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/" target="_blank"&gt;cara investasi&lt;/a&gt; modern  dengan gayanya yang baru: koleksi emas batangan sebagai pengganti  tabungan dan deposito di bank, arisan emas sambil kongkow sepulang kerja  serta &lt;a href="http://www.downloadebookgratis.com/investasi-cerdas-ala-rencana-emas" target="_blank"&gt;investasi emas model cicilan&lt;/a&gt; di bank syariah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terlepas  dari tren dan kesadaran kolektif masyarakat yang didorong pengetahuan  akan pentingnya investasi, sebetulnya apa alasan kita &lt;a href="http://www.downloadebookgratis.com/pedoman-investasi-emas" target="_blank"&gt;berinvestasi emas&lt;/a&gt;?  Mari kita lihat kelebihan-kelebihannya :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Emas adalah  global currency dan nilainya diakui secara universal. Emas bernilai  dimanapun, ia adalah mata uang yang diterima seisi bumi. Nilai  intrinsiknya tetap &amp;amp; standar, sehingga bisa dibeli dan dicairkan di  belahan bumi manapun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebal inflasi, atau nilainya naik tidak  pernah lebih rendah dari rata-rata inflasi. Pada 2010 emas naik 4 kali  lipat inflasi nasional (inflasi 6,1% dan emas naik 24%), pada tahun 2011  emas naik 5 kali lipat lebih terhadap inflasi nasional (inflasi 3,79%,  dan emas naik 22%).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perawatannya mudah dan tidak perlu perlakuan  khusus serta minim biaya, berbeda dengan harga pasif lainnya seperti  rumah atau tanah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Investasi dengan resiko sedang. Resiko yang  mungkin muncul atas investasi emas adalah kehilangan, tapi bisa  diemilinir dengan penyimpanan yang baik di Safe Deposit Box.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memerlukan  modal minimal sehingga investor dengan tingkat penghasilan berapapun  bisa memulai investasinya di emas. Dengan dana bulanan Rp 500.000  seorang mahasiswa bisa memulai investasinya dengan membeli emas dengan  berat 1gram (harga saat ini). Atau menjadikannya DP cicilan emas dengan  satuan lebih besar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mudah dipindahkan dari manapun ke lokasi  lain yang diinginkan. Ini bermakna emas mudah ditransaksikan, dijadikan  hadiah atau pemberian, juga diturunkan sebagai warisan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tahan  lama karena emas tidak bereaksi dengan udara, benda cair serta logam  lainnya. Emas juga keras sehingga sulit sekali berubah bentuk. Kecuali  emas perhiasan yang perlu dibersihkan rutin agar tetap mengkilat, emas  batangan dan koin dinar bisa tetap dalam tempatnya bertahun-tahun dan  tak ada perubahan fisik yang terjadi padanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Liquid dan dalam  penguasaan pribadi, sehingga bisa diperjual-belikan serta dimanfaatkan  sesuai keperluan pemiliknya. Emas adalah investasi dalam kontrol  sepenuhnya dari investor.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagaimana, makin mantap  kan berinvestasi emas? Tanpa modal besar &amp;amp; kemudahan mendapatkan,  investasi emas bisa mulai dari sekarang juga! [Endy J. Kurniawan]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-1831895834508378587?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/1831895834508378587/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/8-alasan-berinvestasi-emas.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/1831895834508378587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/1831895834508378587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/8-alasan-berinvestasi-emas.html' title='8 Alasan Berinvestasi Emas'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-SX82HMKekuw/Tw6OOepwFZI/AAAAAAAABH4/b47KViQmby4/s72-c/Berinvestasi+Emas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-2889666348839149814</id><published>2012-01-10T22:49:00.000+07:00</published><updated>2012-01-10T22:49:07.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><title type='text'>Berapa Hasil Investasi yang Normal?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8mWNC_6k_9A/Twc2OREOwhI/AAAAAAAABHQ/u8pgkUsoPmA/s1600/Hasil+Investasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-8mWNC_6k_9A/Twc2OREOwhI/AAAAAAAABHQ/u8pgkUsoPmA/s200/Hasil+Investasi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sudah sering saya memberikan informasi atau bahkan memberikan peringatan bahwa &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/" target="_blank"&gt;investasi&lt;/a&gt; apalagi investasi dipasar modal akan selalu naik dan turun seiring dengan kondisi pasar. Tidak akan ada 1 orangpun yang bisa dengan pasti menyatakan atau tahu kapan pasar akan bergerak naik atau sebaliknya turun. Seperti contohnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_Harga_Saham_Gabungan" target="_blank"&gt;IHSG&lt;/a&gt; yang bergerak cukup fantastis dan 'liar' naik turunnya dalam waktu 2-3 bulan terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi justru ketidaktahuan tersebutlah yang menjadikan investasi diproduk pasar modal menjadi indah dan penuh dengan nilai artistik. Selain masih kurang paham tentang pasar modal dan produk turunannya, banyak dari kita yang sudah terlanjur investasi dipasar modal masih tidak mengerti mekanisme perhitungan keuntungan yang didapat. Hal ini terasa wajar karena kita masih membandingkan dengan perhitungan bunga yang sangat mudah yang kita dapat dari deposito kita. Apalagi kita juga harus mengetahui sebenarnya berapa besar hasil investasi kita yang sebenarnya atau hasil investasi bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun banyak teori perhitungan hasil investasi seperti nominal dan riil serta arimatik dan geomatrik, marilah kita coba berhitung hasil investasi kita secara sederhana saja. Dari teori diatas yang paling mudah dan sering dipergunakan adalah hasil investasi riil dan nominal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil investasi riil adalah hasil investasi atau bunga yang kita terima dari dana kita dikurangi inflasi. Inflasi yang dipergunakan ada 2 macam yaitu inflasi saat ini atau inflasi rata-rata 10-15 tahun yang lampau. Sebagai contoh, apabila kita menempatkan dana didalam deposito yang memberikan bunga sebesar 7% gross atau 5.6% net dengan inflasi yang saat ini oleh pemerintah disebut-sebut sekitar 6.5% setahun terakhir maka dana kita menjadi -0.1% per tahun (5.6% - 6.5%) atau hasil investasinya minus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan apabila dibandingkan dengan inflasi rata-rata 10-15 tahun yang lalu yang bisa mencapai 12,64% atau dibulatkan menjadi sekitar 13% per tahun, maka hasil investasi dari contoh soalnya diatas adalah sebesar -7.4% (5.6% - 12%). Suatu pengurangan yang sangat besar bagi dana investasi kita yang artinya uang kita tidak berkembang atau bahkan merugi. Angkanya semakin menyeramkan apabila perhitungan menggunakan tabungan yang memberikan bunga ala kadarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diingat dan disadari perhitungan ini dengan catatan bahwa bunga deposito kita tidak kita sentuh alias didiamkan saja. Sedangkan kita sadari berapa banyak dari kita yang bergantung hidup atau menggunakan bunga deposito tersebut sebagai tambahan dana untuk menutupi biaya hidup. Akibatnya minusnya akan lebih banyak lagi. Berinvestasilah dengan baik dan benar dan hitung lagi serta pastikan bahwa hasil investasi kita yang sebenarnya tidak menjadi minus. (Aidil Akbar - detikFinance)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-2889666348839149814?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/2889666348839149814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/berapa-hasil-investasi-yang-normal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/2889666348839149814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/2889666348839149814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/berapa-hasil-investasi-yang-normal.html' title='Berapa Hasil Investasi yang Normal?'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8mWNC_6k_9A/Twc2OREOwhI/AAAAAAAABHQ/u8pgkUsoPmA/s72-c/Hasil+Investasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-3270459022734940255</id><published>2012-01-07T00:53:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T00:53:16.107+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Properti'/><title type='text'>10 Mitos Keliru Investasi Properti</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-x5lSzRtH4jg/Twc0sJVizhI/AAAAAAAABHI/rPmHpgUSWMI/s1600/Investasi+Properti.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="119" src="http://2.bp.blogspot.com/-x5lSzRtH4jg/Twc0sJVizhI/AAAAAAAABHI/rPmHpgUSWMI/s200/Investasi+Properti.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam setiap lini bisnis selalu ada mitos dan atau persepsi keliru yang menempel. Padahal mitos tersebut pada kenyatannya tidaklah selalu benar, begitu pula di bisnis properti. Ada banyak pertanyaan di benak investor baru yang ingin &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/" target="_blank"&gt;memulai investasi di properti&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minimnya informasi yang didapat bisa sangat menyulitkan anda memisahkan fakta dan mitos. Daripada harus menyusun seluruh fakta yang ada, beberapa mitos yang sering ditemui dalam bisnis properti di bawah ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Berinvestasi di properti hanya untuk orang kaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, uang bisa menggerakan dunia, dan pastinya sangat membantu orang meraih impian. Tapi &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/" target="_blank"&gt;instrumen investasi properti&lt;/a&gt; tidak hanya untuk orang kaya. Banyak pengusaha properti terkenal memulai bisnisnya kecil-kecilan. Namun, secara perlahan mereka menanjak ke posisi puncak dengan kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Berinvestasi di properti berisiko tinggi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang beranggapan begitu karena biasanya membutuhkan modal cukup tinggi, sehingga jika gagal di tengah jalan, kerugiannya pun cukup tinggi. Padahal sebenarnya, risiko berinvestasi di properti termasuk salah satu yang paling rendah. Apalagi jika dibandingkan pasar modal atau lembaga keuangan lainnya. Memang ada risikonya, tapi semua bisa diperhitungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Jual-beli rumah merupakan cara investasi terbaik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;House flipping yaitu membeli rumah dengan niat untuk dijual kembali bisa jadi cara yang baik untuk berinvestasi di properti, tapi jelas bukan yang terbaik karena masih ada pilihan-pilihan lain. Dalam situasi ekonomi seperti ini, harga rumah sudah cukup tinggi, dan anda harus menunggu cukup lama untuk bisa mendapatkan keuntungan tinggi lewat menjual kembali rumah tersebut. Menyewakan properti anda bisa jadi jalan yang lebih baik ketimbang menjualnya begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Anda perlu banyak pengalaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mitos ini lebih masuk akal dibandingkan mitos lainnya. Akan tetapi, jika dipikir baik-baik, jika semua investor perlu banyak pengalaman sebelum memulai maka tidak akan ada yang namanya instrumen investasi properti. Pengalaman memang sangat membantu, dan hanya bisa diraih sejalan dengan waktu dan jam terbang. Yang paling anda perlukan adalah keinginan untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Banyak yang gagal berinvestasi di properti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Layaknya sebuah instrumen investasi, properti juga punya risiko, tapi janganlah membuat anda takut sebelum memulai. Pikiran seperti ini biasa terjadi akibat kurangnya informasi setelah mengambil keputusan. Sebaiknya, jika anda merasa tidak mampu berinvestasi di sektor ini, lebih baik tidak usah. Tapi jangan sampai anda batal berinvestasi hanya karena masukan dari orang lain, terutama nasihat dari mereka yang belum pernah masuk ke sektor ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Berinvestasi di properti hanya sukses jika anda 'kenal' orang yang tepat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam bisnis dan industri apapun, punya banyak relasi akan sangat membantu. Apakah wajib untuk punya banyak relasi untuk memulai? Tentu tidak! Anda bisa membangun relasi sejalan dengan waktu. Mulailah berkenalan dan mengobrol dengan investor lain, pengacara, broker, dan siapa saja yang bisa membantu anda di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Beli properti di bawah harga pasar pasti menguntungkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Teori ini tidak sepenuhnya benar untuk industri properti. Meski membeli properti di bawah harga pasar menguntungkan di atas kertas, anda tidak akan mendapatkan laba sebelum berhasil menjual atau menyewakannya. Terkadang sebuah properti dijual murah karena beberapa faktor yang tentunya harus menjadi pertimbangan, seperti lokasi atau bangunan yang buruk. Anda harus lebih berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;8. Tidak ada lagi properti bagus yang tersedia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Semua orang butuh tempat tinggal. Sebuah keluarga akan berkembang setiap harinya sehingga butuh properti baru. Anda akan selalu menemukan properti yang layak untuk diinvestasikan, hanya saja anda harus lebih sering dan giat mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;9. Kunci sukses berinvestasi di properti, pasang harga tak terlalu tinggi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebanyakan kasus investasi properti, angka-angka sangatlah menentukan. Bahkan, anda bisa menawarkan harga jauh di atas rata-rata pasaran jika properti anda sudah dipoles menjadi sangat menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Anda perlu informasi dari 'orang dalam'&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya anda tidak perlu informasi yang sangat penting dari 'orang dalam' yang lebih berpengalaman. Dengan jam terbang yang tinggi dan banyak berinteraksi bersama para profesional, lambat laun anda akan menjadi 'orang dalam' tersebut. (detikFinance)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-3270459022734940255?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/3270459022734940255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/10-mitos-keliru-investasi-properti.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/3270459022734940255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/3270459022734940255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/10-mitos-keliru-investasi-properti.html' title='10 Mitos Keliru Investasi Properti'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-x5lSzRtH4jg/Twc0sJVizhI/AAAAAAAABHI/rPmHpgUSWMI/s72-c/Investasi+Properti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-2201970860289224277</id><published>2012-01-06T10:13:00.000+07:00</published><updated>2012-01-06T10:13:00.144+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Saham'/><title type='text'>Prospek Investasi Pasar Saham Indonesia di 2012</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-VM4tOAB8vsU/TwR7j-WLb2I/AAAAAAAABHA/5eyaK4phY_A/s1600/Saham+Indonesia+2012.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="125" src="http://3.bp.blogspot.com/-VM4tOAB8vsU/TwR7j-WLb2I/AAAAAAAABHA/5eyaK4phY_A/s200/Saham+Indonesia+2012.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Bursa saham Indonesia&lt;/b&gt; pada tahun ini diperkirakan tetap menjanjikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain bakal maraknya penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), keberhasilan RI meraih &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/" target="_blank"&gt;peringkat investasi&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bond_credit_rating#Investment_grade" target="_blank"&gt;investment grade&lt;/a&gt; masih menjadi pemicu masuknya pemodal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Riset PT Panin Sekuritas Tbk dalam risetnya menuturkan bahwa diperkirakan bursa saham Indonesia pada tahun ini diramaikan oleh melantainya perusahaan-perusahaan milik pemerintah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, Kementerian BUMN mengungkapkan, minimal tiga perusahaan akan menggelar aksi korporasi berupa IPO pada tahun ini. Namun, Presiden berharap agar jumlah BUMN yang melantai di bursa efek bertambah menjadi lima perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset itu juga menjelaskan, terkait dengan prospek pasar saham di Indonesia tahun ini, masalah utang yang melanda Eropa masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk penyelesaiannya, sehingga berdampak pada pasar saham. Namun, jika risiko utang yang semakin memburuk berkurang, akibatnya risiko di pasar juga menjadi berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhasil, investor lebih tenang melihat prospek dunia dan mulai mencari wilayah yang prospektif," ungkap riset tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Tim Riset Panin memastikan jika pada awal 2012, Indonesia akan kembali masuk dalam radar investasi investor asing. Hal itu terjadi setelah pada 15 Desember 2011, lembaga pemeringkat Fitch Ratings menaikkan peringkat Indonesia menjadi investment grade dari BB+ ke BBB- dengan outlook stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diperkirakan Standard &amp;amp; Poors dan Moody’s akan juga menaikkan rating Indonesia pada kuartal I-2012," tambah riset tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Indonesia didukung oleh pertumbuhan di atas enam persen dan indikator makro ekonomi yang menarik. Tentunya, Indonesia berpeluang besar untuk lebih banyak menarik dana asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, menurut data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012 akan tumbuh lebih cepat dari 2011, antara 6,5 persen dan 6,7 persen. Sementara itu, laju inflasi diperkirakan tetap rendah antara lima persen plus minus satu persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, suku bunga acuan perbankan (BI Rate) juga tetap rendah, dan kurs rupiah serta dolar Amerika Serikat bergerak stabil. (VIVAnews)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-2201970860289224277?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/2201970860289224277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/prospek-investasi-pasar-saham-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/2201970860289224277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/2201970860289224277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/prospek-investasi-pasar-saham-indonesia.html' title='Prospek Investasi Pasar Saham Indonesia di 2012'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VM4tOAB8vsU/TwR7j-WLb2I/AAAAAAAABHA/5eyaK4phY_A/s72-c/Saham+Indonesia+2012.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-7095825311254931268</id><published>2012-01-05T14:17:00.000+07:00</published><updated>2012-01-05T14:17:26.441+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reksadana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><title type='text'>Modal Investasi Murah, Imbal Hasilnya Meriah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-k5-2GIMUmw4/Tv3BAh_kJnI/AAAAAAAABG0/hXcuJMtxVNg/s1600/Investasi+Murah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-k5-2GIMUmw4/Tv3BAh_kJnI/AAAAAAAABG0/hXcuJMtxVNg/s200/Investasi+Murah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kemunculan beragam &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/" target="_blank"&gt;produk investasi&lt;/a&gt; memudahkan cara beternak uang. Simak saja produk investasi reksadana. Produk ini memang baru mengetop di Indonesia awal tahun 2000. Tapi, sekarang, peminatnya sungguh luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), sampai dengan April 2010, nilai aktiva bersih atau aset reksadana di Indonesia telah mencapai Rp 118,22 triliun, tertinggi sepanjang sejarah. Tingginya minat masyarakat berinvestasi di reksadana ini sesungguhnya amat wajar. Selain proses makin mudah, batas minimal berinvestasi juga terjangkau kebanyakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa berinvestasi di reksadana murah? Reksadana merupakan instrumen yang dipakai manajer investasi untuk mengumpulkan dana masyarakat. Dengan kata lain, setiap investor tidak harus menyetorkan dana yang besar. Kumpulan dana itu lantas diinvestasikan ke berbagai produk investasi, seperti saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau kombinasi dari berbagai produk investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, reksadana memungkinkan investor untuk menempatkan dana di berbagai instrumen investasi. Ini membuat risiko investasi menjadi berkurang. Inkawan D. Jusi, Senior Vice President Wealth Management Group Bank Mandiri, menjelaskan, periode waktu investasi reksadana juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan investasi dari tiap investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan portofolio investasinya, saat ini terdapat lima pilihan jenis reksadana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Reksadana Pasar Uang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam reksadana ini, dana investor diputar di berbagai efek pasar uang, mulai dari deposito, Sertifikat Bank Indonesia, hingga obligasi berjangka pendek. Tingkat risiko reksadana ini relatif rendah, mengimbangi imbal hasil yang hanya sekitar 7%–8% per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan profil risiko seperti itu, Inkawan menyebut, reksadana jenis ini cocok untuk investasi jangka pendek. Investor yang menyimpan dana di instrumen ini tidak akan dikenai biaya pembelian dan penjualan kembali. Berbeda dengan reksadana lain, nilai aktiva bersih (NAB) reksadana pasar uang ini tetap, yakni Rp 1.000 per unit penyertaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Reksadana Pendapatan Tetap&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada produk ini, sekitar 80% dana ditempatkan di efek utang jangka panjang. Beberapa manajer investasi juga memutar sebagian uangnya di saham. Maka, potensi risiko dan return reksadana ini lebih besar daripada tabungan, deposito, atau reksadana pasar uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu, beberapa produk pendapatan tetap bisa memberikan imbal hasil 20%. Hal itu terjadi berkat kenaikan harga obligasi dan saham di bursa. Produk ini cocok untuk investasi jangka menengah, atau kurang dari lima tahun. Yang menarik, beberapa reksadana membagikan keuntungan berupa dividen secara berkala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Reksadana Saham&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Inilah produk reksadana yang memiliki risiko paling tinggi. Soalnya, mayoritas dana investor diinvestasikan di saham. Sesuai dengan hukum besi investasi, high risk high return, produk reksadana ini memberikan imbal hasil paling tinggi dibanding dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2009, beberapa reksadana saham mencetak imbal hasil lebih dari 100%. Contohnya reksadana Panin Dana Maksima yang memberi return hingga 160%, Panin Dana Prima (158%), Fortis Ekuitas (123%), dan return Batavia Dana Saham Agro sebanyak 133%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inkawan menilai, reksadana saham pas untuk mereka yang memiliki tujuan investasi berjangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Reksadana Campuran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada reksadana ini, manajer investasi akan mengombinasikan penempatan dananya di saham dan pasar uang. Oleh karena itu, risiko dan imbal hasil reksadana campuran lebih rendah ketimbang reksadana saham. Tapi, jika dibandingkan dengan reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran menawarkan return lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk campuran layak dipilih ketika bursa saham sudah mengalami titik jenuh beli dan harga saham sudah naik kelewat tinggi. Melalui penempatan di reksadana ini, risiko investor menipis. Sebab, ketika harga saham sudah kemahalan, manajer investasi biasanya mengalihkan sebagian dana ke instrumen surat utang yang harganya relatif lebih stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ya, rata-rata imbal hasil reksadana campuran sekitar 20%–30% setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Reksadana Terproteksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Produk ini baru muncul di tahun 2006 menyusul keruntuhan industri reksadana di tahun 2005. Kenaikan harga bahan bakar saat itu menjatuhkan NAB reksadana, khususnya jenis pendapatan tetap. Kebanyakan investor lantas panik, dan mencairkan reksadananya (redemption). Imbasnya, aset reksadana yang sudah mencapai Rp 110 triliun, di awal 2005 itu, menyusut tersisa Rp 26 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi trauma itu, muncullah reksadana terproteksi. Reksadana yang nongol terakhir ini kini justru memiliki peminat terbanyak. Maklum, dana pokok investor dijamin tidak hilang, meski NAB reksadana jenis ini negatif. Beberapa manajer investasi bahkan menawarkan proteksi imbal hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi, Anda menginvestasikan uang Rp 20 juta. Sampai reksadana itu bisa dicairkan, duit itu tetap utuh. Bila produk itu memberikan hasil, maka investor akan mendapat return. Tapi, jika manajer investasi gagal meningkatkan NAB, Anda hanya mendapatkan pokok investasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, reksadana terproteksi kerap diperbandingkan dengan deposito. Sebagian besar dana investor di reksadana terproteksi diinvestasikan pada instrumen obligasi tanpa bunga (zero coupon bond).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Tulisan ini diambil dari Edisi Khusus KONTAN bulan Mei 2010)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-7095825311254931268?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/7095825311254931268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/modal-investasi-murah-imbal-hasilnya.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/7095825311254931268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/7095825311254931268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/modal-investasi-murah-imbal-hasilnya.html' title='Modal Investasi Murah, Imbal Hasilnya Meriah'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-k5-2GIMUmw4/Tv3BAh_kJnI/AAAAAAAABG0/hXcuJMtxVNg/s72-c/Investasi+Murah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-2545804245046063470</id><published>2012-01-04T07:26:00.000+07:00</published><updated>2012-01-04T07:26:19.154+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><title type='text'>Pendapatan Defisit, Bisakah Investasi?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bsfHDtslKHY/Tv2_IyLNiwI/AAAAAAAABGo/hmnO4l0Gpc8/s1600/Belajar-Investasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199" src="http://2.bp.blogspot.com/-bsfHDtslKHY/Tv2_IyLNiwI/AAAAAAAABGo/hmnO4l0Gpc8/s200/Belajar-Investasi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam kondisi apapun setiap insan manusia diwajibkan untuk &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/" target="_blank"&gt;melakukan investasi&lt;/a&gt; dengan tujuan agar kita dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan gaya hidup hari ini serta esok, dan juga agar kita dapat mencapai tujuan keuangan dimasa mendatang. Dengan kata lain investasi adalah wajib bagi mereka yang tidak ingin daya beli menjadi berkurang dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Permasalahannya adalah:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah kita memiliki porsi uang yang cukup untuk melakukan investasi?&lt;br /&gt;2. Bagaimana jika dalam kenyataannya kita tidak memiliki porsi invenstasi?, atau bahkan&lt;br /&gt;3. Kita cenderung mengalami defisit (kekurangan) uang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masalah yang pertama solusi yang bijak adalah melakukan efisiensi pengeluaran, lakukanlah dengan target minimal sebesar 10 persen dari pengeluaran. Efisiensi yang dimaksud adalah melakukan penjadwalan ulang pengeluaran yang bersifat kenyamanan. Efisiensi ini dilakukan semaksimal mungkin misalkan dari pemakaian mobil setiap hari dirubah menjadi setiap 2 hari sekali. Perubahan tersebut dialihkan dengan menggunakan sarana transportasi umum masal atau menggunakan motor bahkan menggunakan sepeda untuk bekerja misalnya, mengapa tidak?. Ingat &lt;b&gt;tujuan investasi &lt;/b&gt;adalah &lt;u&gt;menunda kenikmatan dan kenyamanan saat ini (bukan meniadakan) namun mendapatkan hasil yang jauh lebih besar dikemudian hari&lt;/u&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masalah yang kedua jawabannya adalah sama dengan masalah yang pertama namun tentunya masih harus ditambah dengan pengorbanan lebih untuk memotong besarnya pengeluaran agar dapat terpangkas lebih signifikan, pelaksanaannya memang harus dilakukan dengan ekstra ketat, dan tentunya dengan pengorbanan. Misalkan penggunaan mobil ditekan menjadi hanya digunakan saat akhir pekan, selebihnya menggunakan sarana transportasi masal. Pemakaian listrik dihemat secara maksimal, AC rumah (jika ada) hanya digunakan secara terbatas pada jam tertentu, demikian juga dengan pemakaian pompa air dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pikirpun wajib untuk kita ubah dengan ‘hanya’ menganggap bahwa pemasukan kita sebesar 90 persen dari total dana yang diterima setiap bulannya. Target pengeluaran adalah sebesar maksimal 90 persen jadi sisa 10 persen merupakan nilai yang harus kita bayar sebagai apresiasi untuk kepentingan masa depan diri sendiri maupun keluarga tercinta. Marilah kita kembali pada filosofi investasi adalah menikmati keinginan yang maksimal dimasa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang ketiga adalah merupakan yang terberat dari 2 kasus sebelumnya, jawabannya adalah sama seperti pada kasus yang kedua namun juga harus ditambah untuk melihat ada tidaknya aset produktif yang dapat di optimalkan (dilihat dari sisi ekonomis). Dalam hal melihat ada tidaknya aset yang dapat dioptimal secara finansial maka kita harus berpikir secara jernih agar tindakan yang diambil sungguh-sungguh dapat memenuhi kebutuhan kita untuk melakukan investasi. Ingatlah sasaran kita saat ini adalah melakukan investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya setelah anda melakukan evaluasi dan ternyata masih memiliki aset yang dapat ‘diberdayakan secara ekonomi’ maka jangan buang waktu terlalu lama untuk melakukannya, segera bertindak (action). Misalkan anda memiliki rumah dengan lokasi strategis, dekat dengan terminal bus, stasiun kereta atau berdekatan dengan pusat bisnis maka anda dapat melakukan bisnis di sektor riil yakni dengan membuka tempat kost yang terintegrasi dengan warung penjual kebutuhan sehari-hari (semacam mini market misalnya). Dalam hal ini anda mulai melakukan bisnis atau usaha di sektor riil maka kemampuan mengelola atau manajemen bisnis tersebut menjadi kunci utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika tidak memiliki rumah maka apakah anda harus berdiam? Jawabannya adalah tidak!&amp;nbsp; Anda mungkin masih memiliki mobil atau motor, optimalkanlah. Sewakan aset bergerak anda, dapatkan income darinya hitung biaya perawatan dan segala resikonya secara benar dan akurat. Intinya adalah anda berusaha untuk tidak menambah defisit tetapi menguranginya sehingga defisit terkikis hingga habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan selanjutnya darimana uang yang saya pakai untuk modal? Lho kondisi saya defisit, bagaimana mungkin? Ubah pola pikir anda! Anda tidak sendiri banyak orang yang kondisinya jauh lebih buruk dari anda namun tetap berhasil. Gunakan sarana pinjaman dari bank, sebagai contoh jika anda ingin membangun tempat kost dan mini market, jaminkan properti anda, ambil kredit usaha dengan hitungan bunga maksimal sebesar bunga KPR. Langkah ini merupakan leverage atau pengungkit pertumbuhan aset pribadi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah usaha mulai bergulir maka hasil usaha anda gunakan secara optimal, sekali lagi wajib untuk menggunakan secara optimal dengan cara membagi sebagian hasil tersebut untuk melakukan usaha di sector finansial, misalkan anda membeli reksa dana atau mencicil membeli emas. Sampai titik ini anda sudah mulai membangun ‘portfolio investasi’ yakni akumulasi dari investasi anda disektor riil dan finansial. Artinya anda sudah mulai melakukan diversifikasi usaha. Dengan demikian maka faktor resiko gagal usaha anda pun menjadi berkurang dan ini berarti potensi penambahan aset anda pun menjadi bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pembaca yang bijak, bagaimana kita dapat melakukan investasi di sektor finansial secara benar? Nantikan artikel dari kami selanjutnya yang akan membahas mengenai investasi disektor finansial. Demikian pembaca jika kiat tersebut dilakukan dengan benar secara konsisten maka berpotensi untuk menjadi orang yang bertambah kaya dengan cara melakukan kombinasi investasi di sektor riil dan fianansial. (kompas.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-2545804245046063470?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/2545804245046063470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/pendapatan-defisit-bisakah-investasi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/2545804245046063470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/2545804245046063470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/pendapatan-defisit-bisakah-investasi.html' title='Pendapatan Defisit, Bisakah Investasi?'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-bsfHDtslKHY/Tv2_IyLNiwI/AAAAAAAABGo/hmnO4l0Gpc8/s72-c/Belajar-Investasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-1715053295632006717</id><published>2012-01-03T19:19:00.000+07:00</published><updated>2012-01-03T19:19:20.816+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><title type='text'>8 Resolusi Meningkatkan Investasi di 2012</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Fq8GjK9x3ng/Tvu6QZfEhiI/AAAAAAAABGQ/zMPgqgLBhvo/s1600/Meningkatkan+Investasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-Fq8GjK9x3ng/Tvu6QZfEhiI/AAAAAAAABGQ/zMPgqgLBhvo/s200/Meningkatkan+Investasi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tahun 2011 segera berakhir. Jika anda tahun ini tidak sempat memaksimalkan &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/" target="_blank"&gt;investasi&lt;/a&gt;, tahun depan bisa menjadi saat yang tepat untuk memulai. Anda bisa lihat setahun ke belakang, apa saja yang sudah dilakukan dan belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masukan semua yang belum bisa anda lakukan ke dalam resolusi tahun baru 2012, terutama resolusi yang bisa membuat investasi anda makin gemuk. Atau bagi anda yang belum pernah berinvestasi, tahun 2012 bisa jadi garis start anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dari kita mungkin gampang lupa akan resolusi atau janji di awal tahun baru karena kurang disiplin atau malas untuk meneruskannya setelah berjalan beberapa minggu. Beberapa tips untuk resolusi tahun baru dikutip dari arborinvestmentplanner, Kamis (29/12/2011), ini tidak begitu sulit dilakukan. Anda hanya perlu niat dan konsisten menjalankannya. Lagipula, semua ini dilakukan demi pertumbuhan investasi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Ambil kendali masa depan anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sudah muak dengan target investasi anda yang ternyata tidak sesuai harapan, Anda harus siap untuk mengambil kendali atas target finansial anda. Jangan sampai bergantung kepada orang lain untuk mencapai target investasi tersebut. Dengan banyak belajar, anda bisa menguasai berbagai instrumen investasi tanpa harus bergantung kepada perencana keuangan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Punya rencana investasi yang matang&lt;br /&gt;Setelah banyak belajar dan mengumpulkan informasi mengenai jenis investasi, rancang rencana investasi anda untuk tahun 2012. Lakukan semua yang ada dalam rencana tersebut secepat dan sebanyak mungkin. Anda bisa mulai dengan membeli emas, saham atau reksa dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Alokasi aset harus jadi prioritas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana anda membagi-bagi aset ke dalam instrumen investasi sangat mentukan imbal hasil yang anda peroleh nanti. Diversifikasi investasi merupakan poin yang sangat penting dalam menumbuhkan uang. Kebanyakan orang masih dibingungkan dengan instrumen investasi mana yang paling baik dan mana yang tidak, akhirnya malah ketinggalan. Tanya diri anda sendiri di jenis investasi apakah aset anda sebaiknya disimpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Punya manajemen risiko sendiri&lt;br /&gt;Kira-kira anda siap rugi berapa banyak? Sebelum itu, pastikan anda paham betul bahwa setiap investasi ada risikonya, setelah itu tinggal menentukan tinggi dan rendahnya risiko tersebut dalam sebuah instrumen. Melakukan diversifikasi investasi merupakan bagian dari manajemen risiko. Tentukan batas-batas supaya jalur investasi anda tidak melenceng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Punya strategi investasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sangatlah penting untuk memiliki strategi yang tepat dalam berinvestasi, sehingga anda tahu bagaimana memilih instrumen yang tepat. Anda juga bisa kalau anda itu jenis investor seperti apa. Apakah, jangka panjang, pendek atau menengah. Seorang investor yang baik tidak hanya terpaku pada satu strategi, tapi biasanya punya metodologi yang konsisten dan sangat mengerti alasan memilih salah satu instrumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Ikuti Aturan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bukan hal yang bijaksana jika anda sudah menyusun seluruh resolusi anda dengan cermat tapi tida mengikuti aturannya dengan baik. Ikuti semua aturan main yang sudah anda susun sebelumnya. Anda bisa menjalankannya secara agresif jika sudah merasa berada di jalur yang benar. Sebaliknya, jika anda masih ragu sebaiknya jangan dilakukan karena akan membahayakan kesehatan finansial anda.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;7. Tahan biaya investasi seminimal mungkin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Biaya investasi yang murah menjadi awal yang baik demi imbal hasil tinggi. Jangan biarkan fee broker yang tinggi menggerus investasi anda. Cari investasi dengan biaya rendah tapi imbal hasil cukup tinggi di atas inflasi tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Cari bala bantuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang mengharuskan anda bergerak sendirian. Investasi itu mungkin menjadi milik anda sendiri, tapi bukan berarti anda tidak bisa meminta saran dan masukan dari orang lain. Ada banyak sekali informasi maupun pihak yang bisa membantu anda menghasilkan uang dari instrumen investasi tertentu. Lebih baik lagi jika anda bisa menemukan orang dengan filosofi dan minat berinvestasi yang sama, sehingga bisa saling bertukar pikiran dan pengalaman. (detikFinance)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-1715053295632006717?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/1715053295632006717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/8-resolusi-meningkatkan-investasi-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/1715053295632006717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/1715053295632006717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2012/01/8-resolusi-meningkatkan-investasi-di.html' title='8 Resolusi Meningkatkan Investasi di 2012'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Fq8GjK9x3ng/Tvu6QZfEhiI/AAAAAAAABGQ/zMPgqgLBhvo/s72-c/Meningkatkan+Investasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-5331834208755267816</id><published>2011-12-30T08:07:00.000+07:00</published><updated>2011-12-30T08:07:45.938+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hutang'/><title type='text'>6 Tips Tahun Baru Tanpa Utang Baru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Lnl0KhG4zR4/Tvg6lkr_r4I/AAAAAAAABFQ/yU4qbkwsESU/s1600/Tahun+Baru.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="115" src="http://2.bp.blogspot.com/-Lnl0KhG4zR4/Tvg6lkr_r4I/AAAAAAAABFQ/yU4qbkwsESU/s200/Tahun+Baru.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pergantian tahun biasanya dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat diseluruh dunia. Dari yang paling sederhana hingga perayaan mewah bagi yang mampu. Perayaan juga diwarnai dengan liburan akhir tahun dan hadiah hadiah bagi kerabat. Sayangnya kebanyakan masyarakat lupa melakukan beberapa persiapan yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, biaya perayaan akhir tahun ini tidak dianggarkan didalam anggaran belanja tahunan. Kedua, jika dianggarkan juga akhirnya biaya yang dikeluarkan melebihi dana yang sudah dianggarkan. Mengapa demikian? karena anggaran yang dibuat tidak dirinci. Hal ini menyebabkan akhirnya berakhir dengan menggunakan dana yang tidak dianggarkan, misalnya menggunakan kartu kredit atau menggunakan dana dari Kredit Tanpa Agunan. Memang akhir tahun dapat berjalan dengan meriah, tapi awal tahun akan diawali dengan mencicil hutang-hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa langkah yang harus dilakukan agar awal tahun dapat dijalani dengan suasana baru yang nyaman dan bebas dari beban hutang adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;u&gt;Buatlah daftar rinci rencana apa yang akan anda lakukan untuk melawati akhir tahun&lt;/u&gt;.&lt;br /&gt;Contoh : memberi hadiah untuk ayah, ibu, kakak, adik, memberi bonus untuk karyawan rumah, pesta keluarga besar merayakan natal atau marayakan tahun baru bersama keluarga sambil liburan diluar kota/luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;u&gt;Dari daftar tersebut, buatlah rincian biaya yang dibutuhkan dari masing masing daftar&lt;/u&gt;.&lt;br /&gt;Semakin rinci semakin baik. Hingga anda mengetahui apakah anda punya dana yang cukup untuk membiayai rencana rencana akhir tahun anda. Sehingga jika ternyata anda tidak punya cukup dana, anda dapat membuat penyesuaian rencana. Dengan demikian Rencana andalah yang akan menyesuaikan dengan kesanggupan pendanaan anda, bukan sebaliknya. Jika anda hanya mempunyai daftar rencana akhir tahun tanpa membuat rincian biaya, maka akhirnya anda harus mencari sumber pendanaan lain yang berakhir dalam bentuk utang dan anda akan memulai tahun baru dengan daftar cicilan yang harus dilunasi. Jika situasi ini tidak diperbaiki, maka setiap tahun akan berulang dan cicilan akan semakin menumpuk dan terlilit utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;u&gt;Dalam menggunakan kartu kredit untuk membayar keperluan akhir tahun ini, pastikan hanya untuk alat pembayaran dan dibayar lunas pada saat sebelum jatuh tempo pembayaran&lt;/u&gt;.&lt;br /&gt;Sehingga anda tidak perlu membayar bunga kartu kredit yang tinggi. Oleh karena itu, pada membuat rincian biaya (poin no 2), anda tentukan keperluan apa saja yang akan dibayar tunai dan pembayaran apa yang akan menggunakan kartu kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;u&gt;Pada akhir tahun, banyak hari libur dimana bank akan tutup selama beberapa hari&lt;/u&gt;.&lt;br /&gt;Oleh karena itu jika pembayaran tagihan-tagihan anda tidak menggunakan pembayaran/debet otomatis, maka sebaiknya memeriksa tanggal jatuh tempo pembayaran tagihan-tagihan anda seperti kartu kredit, listrik, telepon, air, internet dan lain lain yang mungkin dapat berubah karena adanya hari-hari libur akhir tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;u&gt;Periksa lagi alokasi dan akses ke penempatan dana darurat anda&lt;/u&gt;.&lt;br /&gt;Jika anda berlibur ke luar kota atau keluar negeri, pastikan dana darurat tetap dapat diakses dengan mudah pada saat diperlukan ditempat liburan anda.&lt;br /&gt;Jika alokasi pada tabungan yang dapat diakses melalui ATM 24 jam, dirasa kurang, maka anda harus mencairkan sebagian dana darurat anda yang dalam bentuk Logam Mulia dan Reksa Dana Pasar Uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;u&gt;Jika selama ini anda belum membuat anggaran akhir tahun, mulailah untuk membuatnya untuk tahun depan dan tahun-tahun mendatang&lt;/u&gt;.&lt;br /&gt;Semakin banyak waktu yang dipersiapkan, semakin banyak opsi yang anda miliki untuk perencanaan akhir tahun anda. Sehingga setiap tahun anda dapat menikmati akhir tahun dan awal tahun dengan keuangan yang lebih sehat. Selamat menikmati akhir tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisa Soemarto, MA, RIFA, RFC - Senior Financial PlannerAFC&lt;br /&gt;@LaPetiteLisa (detikFinance)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-5331834208755267816?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/5331834208755267816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2011/12/6-tips-tahun-baru-tanpa-utang-baru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/5331834208755267816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/5331834208755267816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2011/12/6-tips-tahun-baru-tanpa-utang-baru.html' title='6 Tips Tahun Baru Tanpa Utang Baru'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Lnl0KhG4zR4/Tvg6lkr_r4I/AAAAAAAABFQ/yU4qbkwsESU/s72-c/Tahun+Baru.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-8465436468548293539</id><published>2011-12-29T07:50:00.000+07:00</published><updated>2011-12-29T07:50:51.334+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><title type='text'>Menghitung Untung Rugi Investasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-tJwIkQhDgzs/Tvu5TTxMs0I/AAAAAAAABGE/cS7jtI_tg9U/s1600/Menghitung+Untung+Rugi+Investasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="197" src="http://1.bp.blogspot.com/-tJwIkQhDgzs/Tvu5TTxMs0I/AAAAAAAABGE/cS7jtI_tg9U/s200/Menghitung+Untung+Rugi+Investasi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menyambung dari tulisan sebelumnya tentang hasil &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/search/label/Investasi" target="_blank"&gt;investasi&lt;/a&gt; yang sebenarnya, kali ini ada baiknya kita mencoba belajar untuk menghitung keuntungan dari investasi kita (kerugian juga). Banyak orang yang belum paham cara menghitung keuntungan investasi mereka, sementara itu banyak cara juga untuk menghitung investasi dan hasil dari investasi kita, beberapa yang cukup dikenal adalah cara aritmatik dan geometrik. Tapi banyak orang yang kurang paham akan istilah-istilah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal mengetahui hasil investasi kita dan menghitung keuntungan dari investasi kita adalah salah satu hal yang penting sehingga kita bisa mengetahui apakah produk yang kita pilih sudah tepat dan memberikan hasil sesuai harapan kita. Dilain pihak kita juga bisa melihat dan menghitung apakah hasil investasi yang diberikan oleh produk yang kita pakai sesuai dengan resiko yang juga terdapat pada produk tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun perhitungan yang sangat sering dilakukan adalah dengan menggunakan nominal dimana nilai investasi kita sekarang dikurangi nilai investasi kita pada saat masuk (investasi diawal) dibagi nilai investasi kita diawal maka didapatlah keuntungan investasi kita. Contoh, apabila kita membeli selembar saham perusahaan X seharga Rp. 5.000,- dimana setelah kita investasi selama 1 tahun harga saham tersebut naik menjadi Rp. 6.500, maka keuntungan investasi yang telah kita dapatkan dari kenaikan harga saham (capital gain) adalah sebesar 30%, Rp. 6.500 - Rp. 5.000 = Rp. 1.500 / Rp. 5.000 = 0.3 x 100 = 30%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan yang sama dapat kita lakukan dengan investasi kita di produk seperti unitlinked dan reksa dana dimana kedua produk ini menggunakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) sebagai patokan harga unit. Contoh, kita berinvestasi sebesar Rp. 10.000.000 di sebuah reksa dana saham dengan NAB awal seharga Rp. 1.000,- per unit. Artinya kita memiliki unit sebanyak Rp. 10.000.000,- / Rp. 1.000 = 10.000 unit. Nah, ketika NAB kita naik (info bisa dilihat di surat kabar) menjadi Rp. 1.150 per unit, maka hasil investasi kita naik sebesar Rp. 1.150 – Rp. 1.000,- = Rp. 150 per unit / Rp. 1.000 = 0.15 x 100 = 15%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga kebalikannya apabila investasi kita menurun, apabila terjadi kerugian investasi maka hasil investasi dana kita akan menjadi minus apabila nilai atau hasil investasi akhir kita bernilai dibawah dari investasi awal kita. Meskipun dalam berinvestasi dipasar modal kerugian tersebut masih bisa berbalik arah menjadi naik (untung) kembali apabila kita berinvestasi untuk jangka panjang. Satu hal yang harus kita ingat adalah, keuntungan maupun kerugian yang telah kita hitung tersebut adalah hanya diatas kertas, yang dikenal dengan istilah unrealized profit / loss atau keuntungan / kerugian yang belum direalisasikan. Keuntungan tersebut baru akan menjadi milik kita, atau kerugian tersebut baru kita rasakan ketika investasi kita sudah kita jual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu mulailah berinvestasi dan lakukan perhitungan hasil investasi kita yang sudah beranak pinak tersebut, asal jangan sering-sering dihitung karena investasi bisa naik dan turun kapan saja. (Aidil Akbar - detikFinance)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-8465436468548293539?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/8465436468548293539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2011/12/menghitung-untung-rugi-investasi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/8465436468548293539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/8465436468548293539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2011/12/menghitung-untung-rugi-investasi.html' title='Menghitung Untung Rugi Investasi'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-tJwIkQhDgzs/Tvu5TTxMs0I/AAAAAAAABGE/cS7jtI_tg9U/s72-c/Menghitung+Untung+Rugi+Investasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-855536095960043972</id><published>2011-12-28T07:33:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T07:33:38.472+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><title type='text'>Bagaimana Merencanakan Investasi?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZPpfMKmEC9E/Tvg8N6tzFmI/AAAAAAAABFc/ItnaikvDpew/s1600/Merencanakan+Investasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZPpfMKmEC9E/Tvg8N6tzFmI/AAAAAAAABFc/ItnaikvDpew/s1600/Merencanakan+Investasi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Melakukan investasi bukan merupakan perkara gampang bagi sebagian orang. Mengapa? Jangankan mau memulai investasi, mendengar kata investasi saja sudah alergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberitaan mengenai hilangnya dana nasabah, pembobolan rekening dan&amp;nbsp; investasi bodong yang marak di beberapa media membuat kita takut untuk berinvestasi.&amp;nbsp; Banyak nasabah yang mengalami kerugian investasi akibat dari praktek tidak terpuji para oknum praktisi keuangan.&amp;nbsp; Takut berinvestasi .... Pasti ....Trauma ....Iya.....kemudian bagaimana? Apakah kita lantas langsung memutuskan untuk tidak perlu berinvestasi ?...wah jangan dong....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada di dunia ini yang bebas resiko.&amp;nbsp; Tidak ada kondisi yang akan selalu sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Anda mungkin berkata , terus bagaimana? apa yang harus kita lakukan? Jawabannya:&lt;i&gt; Stay Invested&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perencanaan Investasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Investasi itu bisa direncanakan, bahkan memang harus direncanakan. Proses perencanaan investasi ini lah yang menjadi titik awal dimana investasi anda akan berujung keberhasilan atau kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perencanaan investasi adalah suatu proses bagaimana anda mengakumulasikan aset dan pendapatan rutin yang anda miliki saat ini untuk mempersiapkan kebutuhan dana yang akan terjadi di masa depan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja kebutuhan dana di masa depan ? Pendidikan sekolah anak Anda, dimana ia akan melanjutkan universitas,&amp;nbsp; persiapan dana pensiun anda, pernikahan putra-putri anda dan kewajiban finansial lain yang akan timbul di masa depan, itulah hal-hal yang menjadi kebutuhan di masa depan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban-kewajiban finansial dimasa depan sudah pasti terjadi , anda tidak bisa menolak dan menghindar. Pertanyaan selanjutnya adalah : Apakah Berinvestasi Merupakan Pilihan Terbaik ?&amp;nbsp; Ya, sepanjang anda melakukan perencanaan yang tepat maka investasi merupakan pilihan terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa langkah yang bisa anda lakukan ketika berencana melakukan Investasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp; Tentukan tujuan / kegunaan dari Investasi anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda harus menentukan apa tujuan anda berinvestasi.&amp;nbsp; Apakah dana yang anda investasikan hanya untuk keamanan (safety), untuk mendapatkan pendapatan rutin (routine cash flow) atau Anda mengharapkan adanya perkembangan dana (growth).&amp;nbsp; Apabila anda sudah menentukan mana yang anda pilih maka investasi anda akan berjalan sesuai dengan pilihan anda.&amp;nbsp; Banyak orang yang ketika berinvestasi,&amp;nbsp; tidak mengetahui tujuannya untuk apa. Umumnya mereka berinvestasi karena melihat atau mendengar temannya mendapat untung dadakan dan kemudian mencoba ikut-ikutan. Eh,, ketika ikutan bukannya untung malah buntung....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp; Tentukan kapan dana investasi tersebut akan anda gunakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sudah semestinya anda tahu persis kapan dana anda dibutuhkan , berapa nilainya dan untuk keperluan apa. Apabila anda sudah mengetahui detil kapan dana dibutuhkan maka proses memilih kendaraan investasi yang sesuai dengan tujuan tersebut akan lebih mudah. Secara umum produk investasi sudah dibagi berdasarkan jangka waktunya : Jangka pendek (1-2 Tahun), Jangka Menengah (2-5 Tahun ) dan Jangka Panjang ( &amp;gt; 5 Tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp; Kenali resiko investasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setiap Investasi pasti mengandung resiko . Tidak ada investasi yang bebas dari resiko. Namun anda harus ingat dibalik setiap resiko pasti ada keuntungannya. Resiko dan keuntungan berjalan beriringan. Resiko tinggi pasti memiliki keuntungan tinggi begitu pula sebaliknya. Apabila anda pernah ditawari produk investasi yang tidak ada resiko namun memiliki keuntungan tinggi maka ada dua hal yang dapat kita simpulkan :&amp;nbsp; “Penjual tersebut penipu,&amp;nbsp; atau penjual tersebut bodoh”&amp;nbsp; (maaf..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.&amp;nbsp; Tentukan berapa besar dana yang akan diinvestasikan dan seberapa sering&amp;nbsp; anda akan menempatkan dana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal ini menjadi penting ? karena beberapa pilihan investasi biasanya memiliki syarat minimal penempatan investasi. Oleh karena itu anda harus mengetahui berapa jumlah dana yang akan anda investasikan.&amp;nbsp; Gunanya agar Anda langsung bisa menentukan apakah anda akan berinvestasi secara sekaligus (lump sum) atau akan rutin setiap bulan.&amp;nbsp; Ini ada kaitannya dengan metode investasi.&amp;nbsp; Kedua metode tersebut sama baiknya namun dari beberapa literatur investasi didapatkan bahwa semakin sering anda berinvestasi semakin efisien hasil dari investasi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5.&amp;nbsp; Buatlah daftar pilihan kendaraan investasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan atau instrument investasi di pasaran banyak sekali. Mulai dari Obligasi, Saham, Reksa Dana , ETF (Exchange Traded Fund), komoditi dan option. Banyak orang mulai berinvestasi pertama kali hanya karena mereka ditawari oleh orang terdekat atau memang tidak tahu lagi jenis investasi lainnya. Kemudian ketika investasi merugi, orang tersebut menjadi trauma. Sudah sepantasnya anda melakukan riset mengenai produk yang ada dipasaran, kemudian pelajari karakter dari setiap produk. Tentukan mana yang menurut anda yang paling cocok dan sesuai dengan karakter dan tujuan investasi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.&amp;nbsp; Implementasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda sudah berencana, sudah tahu investasi mana yang akan anda pilih, dana sudah anda persiapkan.., nah saatnya untuk mengubah dari rencana menjadi aksi / implementasi. Banyak orang yang pintar berencana namun tidak pernah mengimplementasikan rencana tesebut. Bagaimana anda akan sampai ke tujuan apabila Anda tidak mulai berjalan. Takut....loh, khan anda sudah merencanakan dengan baik. Apabila rencana sudah dibuat sebaik mungkin maka implementasi akan berjalan sesuai dengan harapan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.&amp;nbsp; Monitor dan Evaluasi dana Investasi Anda&lt;br /&gt;Monitor&amp;nbsp; investasi berguna untuk mengetahui tindakan apa yang musti dilakukan apabila rencana dan implementasi yang anda lakukan ternyata melenceng jauh. Anda akan menjadi pengambil keputusan utama mengenai tindakan apa yang harus dilakukan. Jangan hanya mengandalkan informasi dari orang lain atau advisor anda. Kejadian memilukan yang baru saja terjadi mengenai hilangnya dana nasabah hingga miliaran rupiah adalah karena investor terlalu percaya penuh dan tidak memonitor secara rutin dananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitasnya , berinvestasi memang tidak semudah membalikan tangan.. Perlu terus belajar dan tidak menyerah ketika tersandung. Dunia Investasi terus berkembang dan sangat dinamis, dimana peluang investasi terus berdatangan kepada anda. Langkah-langkah diatas bisa dijadikan acuan pertama ketika anda mau berinvestasi. Pada kesempatan selanjutnya, penulis akan menjelaskan hal lainnya yang berkaitan dengan dunia investasi dan implementasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berinvestasi, sukses untuk Anda.&lt;br /&gt;(Pondra Nala Permana, CFP®, AEPP™/Equity Partner Consultant, TGRM Financial Planning Services). Kompas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-855536095960043972?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/855536095960043972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2011/12/bagaimana-merencanakan-investasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/855536095960043972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/855536095960043972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2011/12/bagaimana-merencanakan-investasi.html' title='Bagaimana Merencanakan Investasi?'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ZPpfMKmEC9E/Tvg8N6tzFmI/AAAAAAAABFc/ItnaikvDpew/s72-c/Merencanakan+Investasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-5837768050773389593</id><published>2011-12-27T01:24:00.000+07:00</published><updated>2011-12-27T01:24:51.726+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Emas'/><title type='text'>Tips Investasi Emas Bagi Pemula</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lYpVX6V-4O0/Tvg8nDLGmUI/AAAAAAAABFo/M5nn6MDlG4I/s1600/Tips+Investasi+Emas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="171" src="http://1.bp.blogspot.com/-lYpVX6V-4O0/Tvg8nDLGmUI/AAAAAAAABFo/M5nn6MDlG4I/s200/Tips+Investasi+Emas.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Harga emas terus melambung, membuat banyak orang tertarik berinvestasi emas, khususnya logam mulia (LM) karena berharap dapat meraup keuntungan tak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin mencoba? Berikut tips dari pedagang emas di kawasan Blok M Jakarta, khususnya bagi masyarakat pemula yang akan &lt;a href="http://iphincow.blogspot.com/2011/12/jangan-berhutang-jika-ingin-sukses.html" target="_blank"&gt;berinvestasi emas&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedagang emas, Rozik (29), mengatakan bagi pemula lebih baik berinvestasi di LM dibanding perhiasan, karena harga LM cenderung lebih stabil dan tidak ada potongan yang besar ketika akan dijual kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang pasti logam mulia, minimal 25 gram. Sebab, kalau yang kecil-kecil jatuhnya lebih mahal, kalau punya uang mending yang 100 gram, soalnya jatuhnya lebih murah, bisa beda Rp35 ribu per gramnya dengan yang kecil," kata pemilik Toko Mas Roma, Rozik, kepada VIVAnews.com di tokonya, kawasan Blok M, Jakarta, Selasa, 23 Agustus 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi emas, kata Rozik, itu mudah. Jika harga emas turun, segera beli, kemudian ketika harga emas itu naik, segera jual. "Tapi jangan hanya sebentar, minimal enam bulan lah," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, jika pemilik emas memerlukan uang dalam waktu mendadak, Rozik menyarankan untuk menggadaikannya. Terutama jika orang itu masih suka dengan emas miliknya dan masih ingin memiliki mes,kipun harga gadai selalu jauh dari harga jual pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kalau nggak perlu uang, ya disimpan saja di rumah atau di safety deposit box, di bank-bank pemerintah lebih aman karena jaminannya kan pemerintah, biayanya juga murah. Ada yang setahun Rp250 ribu, ada di BRI cuma Rp150 ribu," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika harus menggadaikannya, Rozik menyarankan, digadaikan di pegadaian dengan alasan sudah terpercaya dibanding lainnya. "Kalau di pegadaian juga taksirannya lebih bagus," pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, seorang pedagang lainnya juga menyarankan untuk berinvestasi di LM bagi pemula. Namun, ia juga menegaskan itu semua tergantung pada kebutuhan masing-masing orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terserah orang, kalau mau dipakai ya perhiasan, kalau mau investasi saja ya batangan (LM). Sebab, kalau harga naik begini lebih banyak yang ke batangan," kata pemilik 'Toko Mas Menteng', Suryani, kepada VIVAnews.com ditemui terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masyarakat yang tertarik investasi LM, kata Suryani, lebih baik minimal 100 gram dengan alasan jika di bawah itu harga jualnya akan mengikuti harga yang 100 gram artinya lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misalnya, yang 100 gram itu saya jualnya Rp540 ribu per gram, saya belinya Rp530 ribu per gram, selisihnya sekitar Rp10-15 ribu saja. Tetapi kalau yang ukuran lima gram, saya jualnya Rp560 ribu per gram, saya belinya Rp530 ribu per gram, selisihnya kan ada Rp30 ribu," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu terjadi, kata Suryani, karena harga jual setiap batang emas berbeda-beda, namun harga beli kembali itu rata-rata menggunakan standar harga beli ukuran 100 gram. "Makanya saya anjurkan yang 100 gram," kata Suryani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan cara penyimpanannya, lanjut Suryani, pada investasi emas cukup mudah. Beberapa orang memilih menyimpannya sendiri di rumah, namun ada beberapa orang yang disimpan di safety deposit box (SDB) di bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan digadai, kan bayar bunga tuh, mending disimpan saja di SDB di bank, kalau butuh baru digadaikan," tuturnya. (VIVAnews)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-5837768050773389593?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/5837768050773389593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2011/12/tips-investasi-emas-bagi-pemula.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/5837768050773389593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/5837768050773389593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2011/12/tips-investasi-emas-bagi-pemula.html' title='Tips Investasi Emas Bagi Pemula'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-lYpVX6V-4O0/Tvg8nDLGmUI/AAAAAAAABFo/M5nn6MDlG4I/s72-c/Tips+Investasi+Emas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-532193931775117797.post-7738494256328582842</id><published>2011-12-26T16:02:00.000+07:00</published><updated>2011-12-26T16:02:08.138+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Emas'/><title type='text'>Jangan Berhutang Jika Ingin Sukses Investasi Emas</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BihlxKS5xJQ/Tvg3nc3yuHI/AAAAAAAABFE/aQBaJ7faOTE/s1600/Sukses+Investasi+Emas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="128" src="http://4.bp.blogspot.com/-BihlxKS5xJQ/Tvg3nc3yuHI/AAAAAAAABFE/aQBaJ7faOTE/s200/Sukses+Investasi+Emas.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Harga emas dunia saat ini terus naik turun karena dampak krisis ekonomi dunia. Untuk anda yang ingin berinvestasi emas batangan tak perlu khawatir &lt;a href="http://iphincow.com/go/LM" target="_blank"&gt;membeli emas&lt;/a&gt;. Asalkan investasi ini diperoleh tidak dengan berutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marketing Manajer Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Bambang Wijanarko mengatakan, investasi di produk emas batangan merupakan investasi untuk jangka panjang yang tujuannya adalah untuk memproteksi nilai dan kekayaan kita dari pelemahan daya beli uang atau yang biasa kita bahasakan dengan istilah inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya sangat tidak disarankan untuk melakukan investasi emas dalam jangka waktu yang singkat dengan harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga emas, apalagi investasi tersebut dilakukan dengan cara berutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak orang yang ingin mendapatkan keuntungan sesaat untuk membeli emas lewat cara utang, apalagi harga beli emas batangan sudah di atas Rp 500 ribu per gram. Menurut Bambang, investor yang membeli emas lewat utang berpotensi besar mengalami kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor seperti ini (berutang), ketika harga emas turun, bersamaan dengan cash flow mereka yang tidak sehat, maka kerugian sudah pasti di depan mata mereka karena terpaksa menjual kembali emas dengan harga lebih rendah dari harga beli, plus beban bunga/biaya administrasi yang harus dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, lanjut Bambang, posisikan emas itu selalu untuk instrumen investasi jangka panjang, jangan jadikan emas sebagai alat spekulasi jangka pendek dengan harapan bisa kaya mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, di saat ekonomi dunia mengalami ketidakpastian akibat krisis utang di negara-negara Eropa, harga emas mengalami volatilitas tajam dalam jengka pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga emas batangan di Logam Mulia milik Antam naik turun mengikuti perkembangan harga emas dunia. Pada 15 Desember 2011 lalu, harga emas batangan Antam pecahan 1 kg dijual Rp 499 ribu/gram. Ini berarti turun dari sebelumnya Rp 502 ribu/gram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada 23 Desember 2011 lalu, harga emas batangan Antam untuk pecahan 1 kg kembali naik menjadi Rp 507 ribu per gram. Jika anda ingin investasi emas saat ini, pastikan anda investasi untuk kebutuhan jangka panjang dan jangan berutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara harga emas di pasar spot pada perdagangan Jumat (23/12/2011) kemarin ditutup turun tipis ke level US$ 1.604,90 per ounce. Harga emas surut dalam volume perdagangan yang tipis menjelang libur panjang natal. (&lt;i&gt;detikFinance&lt;/i&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/532193931775117797-7738494256328582842?l=iphincow.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iphincow.blogspot.com/feeds/7738494256328582842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2011/12/jangan-berhutang-jika-ingin-sukses.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/7738494256328582842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/532193931775117797/posts/default/7738494256328582842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iphincow.blogspot.com/2011/12/jangan-berhutang-jika-ingin-sukses.html' title='Jangan Berhutang Jika Ingin Sukses Investasi Emas'/><author><name>COW</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-IQskHoQgxC4/TvguvdVNc9I/AAAAAAAABEU/xHbUoF6Hq1k/s220/ar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-BihlxKS5xJQ/Tvg3nc3yuHI/AAAAAAAABFE/aQBaJ7faOTE/s72-c/Sukses+Investasi+Emas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
